Akhirnya dia tiba pada pencarian terakhir yang menyadarkan akan kelebihan apa yang tidak ia miliki. Sebuah Kepercayaan diri. Dia terlalu inferior dan menganggap bahwa teman-temannya jauh di atas dia. Rasa minder tersebut yang membuat dirinya semakin terpuruk dan kecil diantara teman-teman dan lingkungannya. Skor kepercayaan dirinya jauh di bawah mereka. Dia menggali ke dalam dirinya semakin dalam dan jauh lebih dalam lagi, sampai dia menemukan alasan mengapa dia kurang memiliki percaya diri adalah karena dia tidak percaya bahwa dirinya sangat berharga.
Dia merenung seharian sampai larut malam melihat kembali bagaimana parahnya kepercayaan akan diri sendiri yang telah membuat ia terpuruk selama ini, bagaimana sebuah pikiran yang bekerja melawan kehendak tuannya. Dia mendapatkan bahwa ia sering mengkhotbahi dirinya sendiri mengapa ia tidak bisa, mengapa ia gagal, bukannya mengapa ia dapat, mengapa ia berhasil. Rentetan sikap yang menurunkan dirinya sendiri tampak dalam semua hal yang dia kerjakan. Kemudian secara perlahan dia merasakan kesadarannya mulai muncul, jika orang tidak percaya dengan kemampuannya, maka langkah pertama yang harus ia lakukan adalah percaya akan dirinya sendiri.
Maka setelah seharian ia berfikir, kemudian ia pun memutuskan bahwa sejak hari itu dan seterusnya ia akan menganggap dirinya sangat berharga, dia memutuskan bahwa dia tidak akan pernah meremehkan akan kemampuannya sendiri.
Sejak saat itu, setiap hari kini ia dipenuhi rasa percaya diri yang tinggi. Percaya bahwa ketika dia menghormati dirinya sendiri, maka orang di sekitarnya pun akan melakukan hal yang persis sama. Minggu depannya, setelah ia mengirimkan lamaran pekerjaan, entah keajaiban dari mana, akhirnya untuk kali pertama dalam hidupnya, ia dipanggil untuk proses wawancara di sebuah perusahaan ternama di kotanya. Ia yakinkan diri sendiri bahwa ia akan tampil prima ketika proses wawancara tersebut berlangsung. Ia terpanggil untuk sebuah peluang yang menjanjikan. Administrasi Logistik.
Seorang manajer bagian divisi penerimaan karyawan, mulai beranjak memasuki ruangan interview yang ber-AC dengan suhu 180C, suhu dingin dengan manajer personalia yang cukup angker, akan membuat siapapun mulai meragukan kemampuannya sendiri.
Satu persatu calon karyawan dipanggil untuk proses penyeleksian. Sekitar 30-an bakal calon karyawan harus melalui tahapan terpenting setelah proses seleksi awal curriculum vitae yang cukup ketat. Terlihat satu-persatu karyawan ada yang bermuka masam, ada pula yang cerah bagaikan bulan purnama di tanggal 14. Nampaknya pemuda itu termasuk ke dalam salah satu muka tercerah, dia menjawab semua pertanyaan dari yang sederhana sampai yang begitu kompleks, dia menjawab pertanyaan sebanyak dia mengajukan pertanyaan ke manajer personalia tentang bagaimana perusahaan yang akan menjadi tempat dimana ia bekerja.
Dia tidak seperti kebanyakan yang lainnya yang hanya menjadi tikus yang penurut, yang ditanya oleh penyelia seperti orang ketakutan dan menerima apapun dan berapapun gaji yang diterima, sekarang dia diterima kerja untuk pertama kalinya, dan untuk pertama kalinya pula dia mempercayai yang namanya keyakinan akan menarik apapun yang diyakininya.
Begitulah, otak kita adalah pabrik fikiran, sekitar 70.000 jenis fikiran diproduksi tiap harinya, ada yang mengarah ke jalur positif, ada pula yang keinginannya mengarah ke jalur negatif. Dua jenis fikiran ini ada pengendalinya, ada supervisornya dan ada Manajernya. Seperti halnya dalam sebuah perusahaan, otak kita pun demikian, 70.000 jenis fikiran tersebut diproduksi oleh dua bahan dasar, material internal dan material eksternal.
Material internal berasal dari dalam tubuh kita sendiri, keinginan pribadi, angan-angan, impian, ambisi, obsesi, semua hal yang bersifat fikiran original dari dalam diri kita tanpa ada pengaruh dari luar.
Material eksternal berasal dari luar tubuh, semuanya merupakan berbagai data dan informasi yang datangnya dari luar, opini orang lain, saran orang tua, pengaruh dari tokoh di masyarakat, keadaan lingkungan, sosial politik, media, iklim dan cuaca, semua hal yang bersifat informasi dari luar tubuh yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi diri kita.
Seperti halnya sebuah pabrik, material tersebut harus melalui tahapan proses yang sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) atau Prosedur Operasi Baku yang berlaku di pabrik tersebut. Kedua material hanya dipisah oleh jenisnya saja. Berbagai material masuk melalui sebuah penjagaan security di gerbang depan. Jika material internal ataupun eksternal yang bersifat positif maka ia langsung diarahkan masuk ke bagian proses Produksi Fikiran Positif. Jika materialnya bersifat negatif maka akan dimasukkan ke tahapan proses Produksi Fikiran Negatif.
Karyawan yang bekerja, baik di bagian Produksi Fikiran Positif ataupun di bagian Produksi Fikiran Negatif semuanya patuh terhadap atasannya, Pengawas Produksi. Pengawas Produksi di dua bagian produksi tersebut masing-masing bertanggung jawab langsung kepada Manajer. Manajer yang pertama bernama, Manajer Kemenangan, dan yang kedua bernama Manajer Kekalahan. Keduanya bekerja dengan sangat baik dan patuh terhadap Anda. Ketika Anda menginginkan produksi fikiran negatif diperbanyak, maka Manajer Kekalahan bertindak dengan cepat dan efektif untuk menghasilkan fikiran tersebut.
Kita coba dengan contoh yang pertama, katakan pada diri Anda, “Hari ini adalah hari yang sial”. Bantu pernyataan Anda dengan sebuah isyarat negatif, cemberutlah. Maka secara cepat fikiran tersebut masuk ke gerbang awal untuk diseleksi, lalu ternyata oleh security dideteksi bahwa itu adalah fikiran negatif dan langsung ia masukkan ke bagian proses produksi negatif, semuanya berlangsung dengan sangat cepat dan tembus langsung ke Manajer Kekalahan. Manajer Kekalahan dengan seketika membuktikan bahwa Anda sepenuhnya benar dan ternyata memang hari ini adalah hari yang sial, kaki Anda tiba-tiba terkilir, tubuh Anda merasa kurang enak, Anda menjatuhkan gelas tak sengaja, semua terasa diluar kendali Anda, dan sebelum Anda menyadarinya, maka akan terbukti bahwa hari ini adalah hari yang benar-benar sial. Sangat brilian kan sistem kerja yang dipimpin oleh Sang Manajer Kekalahan??
Eksperimen kedua kita coba dengan tersenyum dan katakanlah terhadap diri Anda sendiri, “Hari ini semuanya berjalan lancar dan saya bahagia sekali pada hari ini.” Maka Sang Manajer Kemenangan langsung bekerja untuk membuktikan bahwa Anda benar. Meskipun turun hujan dan petir. Ia akan membuktikan bahwa betapa segar sekali hujan ini, Manajer Kemenangan memberitahukan bahwa Anda harus bersyukur. Hidup begitu menyenangkan sekali. Semua karyawan bagian Produksi Fikiran Positif bekerja dengan sangat baik dan berhasil membuktikan bahwa Anda memang benar, hari ini memang benar-benar hari yang menyenangkan.
Semakin Anda memberikan pekerjaan kepada salah satu bagian produksi, maka mereka akan semakin kuat, efektif dan terlatih. Karir mereka di pabrik fikiran Anda akan meningkat dan secara perlahan tapi pasti akan mendominasi lalu mengalahkan bagian produksi fikiran yang lainnya. Suatu saat salah satunya akan tersisihkan. Jika Manajer Kekalahan Anda pilih untuk diberi promosi jabatan dan dinaikkan karirnya karena terus Anda beri dia pekerjaan, maka dapat dipastikan otak Anda akan dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang negatif.
Hanya ada dua cara tepat yang dapat Anda lakukan. Pertama, lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Manajer Kekalahan beserta Tim Produksinya. Anda sama sekali tidak membutuhkan mereka. Anda sama sekali tidak akan menginginkan mereka mendominasi fikiran Anda. Kedua, Anda beri pekerjaan yang banyak kepada Sang Manajer Kemenangan, Anda sangat membutuhkannya, perintahkan dia untuk melatih Tim Produksi Fikiran Positif dengan optimal. Adakan proses recruitment karyawan-karyawan positif untuk menggantikan karyawan negatif yang telah Anda pecat. Ambil hanya material positif saja untuk diproduksi. Maka secara cepat dan instant mereka akan membuktikan bahwa semuanya berada dibawah kendali Anda, mereka akan memproduksi ribuan fikiran positif yang membuktikan bahwa Anda seratus persen dapat, Anda mampu dan Anda akan berhasil.
Mulai sekarang tekadkan diri Anda untuk menggunakan Manajer Kemenangan sebagai penasihat Anda. Gunakan dia untuk memasuki gerbang keberhasilan yang sebentar lagi Anda gapai. Masuklah kawan, secara tulus dan jujur saya yakin bahwa Anda tercipta untuk menjadi seorang yang berhasil. Karena kalau tidak maka Anda akan langsung membuang tulisan ini dan menganggapnya hanya sebagai angin lalu saja. Dan jika Anda tercipta bukan untuk menjadi sukses, maka tentu saja Anda tidak akan menang melawan jutaan sperma yang lain untuk membuahi ovum yang akhirnya menjadi diri Anda seperti saat ini. Anda akan tenggelam dan hilang saat itu juga. Dari semenjak dahulu sebelum Anda lahir, Anda telah berjuang dan membuktikan bahwa Anda tercipta untuk sukses.
Always use the power of believe everytime,
Miracle will suddenly come and you’ll become invincible!
Gunakan selalu kekuatan keyakinan Anda,
Keajaiban akan datang dan kau akan menjadi tak terkalahkan!
“Salam sukses selalu untuk Kita!”
By ROHDIAN AL-AHAD (CH., CHt., M.St.,)
DIRECTOR RESEARCH AND DEVELOPMENT in
(SHOT-INDONESIA Chapter MALAYSIA)
