. HYPNOSIS SHOT-INDONESIA Chapter MALAYSIA: News

Welcome to HYPNOSIS SHOT INDONESIA Chapter MALAYSIA

"Hypnosis SHOT Indonesia merupakan sebuah organisasi pelatihan yang pertama dan terbesar di Indonesia dan Malaysia yang menggabungkan 4 element dalam 1 pelatihan yaitu spiritual, hypnosis, motivasi,dan therapy. Sukatatan pelajaran lebih banyak dan lebih detail"

HYPNOSIS SHOT-INDONESIA

Ribuan Orang Telah Merasakan Manfaat dari Spiritual HypnOtivation Therapy (SHOT)-Indonesia. Metode Ini Terus Dikembangkan oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM dan Para Pakar Dalam Rangka Mengoptimalisasikan Potensi Diri, Guna Berpartisifasi Aktif terhadap Pembangunan Masa Depan Generasi Bangsa Menuju Generasi yang Cerdas Dalam Berkarya Taqwa Dalam Beribadah. Saat ini Dapat Dinikmati di Negara Malaysia: "Hypnosis SHOT-Indonesia Chapter Malaysia. Telp/Hp. +6281323230058
Memaparkan catatan dengan label News. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label News. Papar semua catatan

Selasa, 23 Ogos 2011

Brain Base Learning "Hypnosis SHOT Indonesia" Dan Deklarasi Agsi KAB. Ciamis

BRAIN BASE LEARNING “HIPNOSIS SHOT-INDONESIA” DAN DEKLARASI AGSI KAB. CIAMIS 
(Ciamis,24/06/2011) Deklarasi AGSI (Asosiasi Guru Swasta Indonesia) Kabupaten Ciamis berlangsung di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jabar. Dihadiri oleh Didi Sukardi (Anggota DPRD Kab. Ciamis), H.Uun Kusniadi, Drs.,MM (Kepala Bidang PNFI Disdik Ciamis), Didi Ruswendi (LSM Bina Pandu Mandiri ) dan Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (The Owner Hypnosis SHOT Indonesia).
Acara diawali dibuka oleh Ketua AGSI Kab. Ciamis, Tono Tarsono, S.Pd. mengungkapkaan bahwa 20 Mei 2011 dalam Rapat Dewan Pendiri Guru Guru Swasta Indonesia, telah didirikan satu organisasi profesi guru yang menaungi Guru-guru Non Pegawai Negeri Sipil (Swasta) dengan nama Asosiasi Guru Swasta Indonesia  disingkat AGSI.
“AGSI sebagai tempat terhimpunnya segenap guru Swasta dan tenaga kependidikan Swasta lainnya merupakan organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang berdasarkan Pancasila, bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis, secara aktif menjaga, memelihara, mempertahankan,  dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetiakawanan sosial yang kokoh serta sejahtera lahir batin, dan  kesetiakawanan organisasi baik nasional maupun internasional.”, kata Tono Tarsono.
Dalam kesempatan yang sama H. Uun Kusdiadi Drs.,MM (Kepala Bidang PNFI Disdik Ciamis) menyatakan bahwa: “Guru sebagai salah satu pilar pelaksana pembangunan pendidikan dituntut  memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi agar mampu melaksanakan darma baktinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.”

“Upaya AGSI Kab. Ciamis untuk membina, mempertahankan, dan meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kemampuan profesionalnya dan kesejahteraan guru beserta keluarganya patut kita hargai”, kata Uun Kusniadi dalam pidato sambutannya.
Rangkaian sambutan selanjutnya diisi oleh Didi Sukardi (Anggota DPRD Kab. Ciamis) mengungkapkan bahwa: “Untuk memperjuangkan cita-cita bersama dan seluruh rakyat Indonesia seperti terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan mewujudkan peningkatan harkat, martabat, dan kesejahteraan guru khususnya serta tenaga kependidikan pada umumnya, maka perlu dibentuk suatu organisasi.
“Didi Sukardi menyatakan bahwa:”Sampai hari ini DPRD Kab. Ciamis sesuai perannya tetap konsisten memperjuangkan nasib tenaga pendidik dan kependidikan melalui peningkatan kesejahteraannya yang di anggarkan dari APBD/APBN.”
Dalam kesempatan yang sama Didi Riswendi (Ketua Umum AGSI Kab. Ciamis/LSM Bina Pandu Mandiri) menyatakan bahwa:  “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No. 14 Tahun 2005, Bab I Pasal 1).”
Menurut Didi Ruswendi bahwa: “Keberadaan guru yang kompeten dan profesional merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Hampir semua bangsa di dunia ini selalu mengembangkan kebijakan yang mendorong terciptanya guru yang kompeten dan berkualitas.”
Dalam acara puncak setelah Deklarasi AGSI Kab. Ciamis berjalan dilanjutkan dengan acara peningkatan mutu para anggota/calon anggota AGSI dengan Seminar Nasional Pendidikan yang bertema “Peranan Brain Bases Learning (BBL), Tema dan Sistem Sentra dengan konsep Knowing-Feeling dan Acting-Feeling dalam menciptakan pendidikan dan sekolah berkarakter”.
Nara sumber seminar menghadirkan Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia dan Bambang Q-Aness (Praktisi dan Asesor Pendidikan).
Menurut Dr. Gumilar, S.Pd.,MM dalam acara seminar menyatakan bahwa: “Salah satu indikator guru profesional dan kompeten adalah guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan keilmuan yang hari demi hari semakin canggih. Selain itu, guru yang profesional dan kompeten juga harus mampu menerapkan model dan metode pembelajaran berdasarkan tuntutan waktu dan kebutuhan peserta didik. Penerapan pola ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar, enjoy dalam mengajar, yang pada akhirnya akan menghasilkan proses KBM yang berkualitas termasuk peserta didik yang berprestasi.

“Dengan terjun didalam organisasi profesi, guru diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas, inovatif serta memiliki Emotional Quostion (EQ) dan Spiritual Quotion (SQ) yang baik. Sebagai unsur masyarakat yang mengerti tentang jalannya proses pendidikan”, kata Gumilar penemu metode/teknik Hypnosis SHOT-Indonesia.
Selain seminar Pendidikan yang bertema “Peranan Brain Bases Learning (BBL), Tema dan Sistem Sentra dengan konsep Knowing-Feeling dan Acting-Feeling dalam menciptakan pendidikan dan sekolah berkarakter, juga diperkenalkan metode Hypnosis SHOT-Indonesia Training. Trainer yang melatih SHOT (Spiritual HypnOtivation Therapy) diantaranya Yudi Setiana, S.Pd.I.,M.Pd.I, CH.,CHt., Lala Manggala, S.Pd.,MY, dan Rohdian El-Ahad, CH.,CHT.
Hypnosis SHOT- Indonesia melakukan pelatihan Preview SHOT-Training (Spiritual HypnOtivation Therapy) dengan target pelatihan (1)  Memberi wawasan kepada para guru bagaimana menjadi guru yang kompeten dan profesional untuk meningkatkan kualitas pendidikan; (2). Mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru, baik melalui program sertifikasi pemerintah maupun melalui berbagai jalan lain, di antaranya dengan ’sharing and growing’ dalam forum dan wadah keguruan; (3) Sharing informasi dan pengetahuan ihwal pentingnya Peranan Brain Bases Learning, Tema dan Sistem Sentra dengan konsep Knowing-Feeling dan Acting-Feeling dalam dunia pembelajaran dan pendidikan berkarakter; (4) Adanya rumusan atau konsep yang jelas tentang peranan Guru dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar dalam memahami kelengkapan belajar dan lingkungan yang mendukung kegiatan belajar dalam penerapan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter; (5) Adanya kesepakatan bersama untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan memberi prioritas pada peranan organisasi profesi guru sehingga guru dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional;

Acara diakhiri dengan isak tangisan haru dari peserta setelah mengikuti program alam bawah sadar, surrender dan penanaman sugesti berupa do’a sesuai agama dan keyakinan masing-masing untuk perubahan yang mendalam. Isak tangis haru para peserta pelatihan mewarnai ditutupnya acara ini.***

Awas Bahaya Narkoba

“AWAS BAHAYA NARKOBA “

Tampak di Gambar Agus Winarman, SH, Ketua Pelaksana Harian BNK Kab. Ciamis Sedang Menjelaskan Kawasan Bebas Asap Rokok, Narkoba, dan Penyakit Menular Seksual (PMS) di Pondok Pesantren Nurul Firdaus

CIAMIS (21/08/2011). Untuk memberikan pemahaman dan memotivasi masyarakat ikut berpartisipasi dalam menanggulangi permasalahan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, (P4GN),  salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  dan Penyuluhan Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah, Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Firdaus-Panumbangan melaksanakan “Seminar Gratis” untuk Pelajar, Mahasiswa, Santri, Ustad/zah, Guru dan Masyarakat Umum bertempat di Pondok Pesantren Nurul Firdaus (Minggu,21/08/2011). Acara dihadiri oleh Ohan Hidayat, Anggota DPRD Kab. Ciamis, Ketua MUI, Danramil, UPTD Pendidikan, Kepala UPTD Puskesmas dan tokoh masyarakat.
 
AGUS WINARMAN, SH (Ketua Pelaksana Harian BNK Kab. Ciamis)
Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Kabupaten Ciamis, Agus Winarman, SH., dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa: “Penyuluhan Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  merupakan salah satu program dan kegiatan Pelaksana Harian BNK Ciamis dalam upaya menciptakan kawasan sehat tanpa asap rokok serta meningkatkan pengetahuan tentang bahaya asap rokok.”
Agus juga menyampaikan bahwa Penyuluhan Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah dan Pondok Pesantren merupakan salah satu program kegiatan Pelaksana Harian BNK Ciamis pada tahun Anggaran 2011, dalam upaya meningkatkan pengetahuan pemahaman, dan kesadaran siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat terhadap bahaya  penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Seminar Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  akan dilaksanakan pada dua tempat dalam waktu yang berbeda untuk hari Minggu,21 Agustus  2011, di Pesantren Nurul Firdaus Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, jumlah peserta 250 Orang Pelajar, Pemuda dan Masyarakat. Sedangkan untuk kegiatan seminar Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 19 Agustus  2011, di SMK Negeri 1 Cijulang Kec. Cijulang.

Dalam acara ini yang hadir menyampaikan materi meliputi dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Tokoh Masyarakat, Unsur POLRI dan BNK Ciamis dan Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus.
Dalam acara sambutannya Dr. Gumilar, S.Pd.,MM, selaku Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Firdaus mengungkapkan tentang bahaya merokok, narkoba dan hukum merokok menurut pandangan Agama Islam, serta cara jitu berhenti kecanduan narkoba dan rokok.
“Kami sedang mengembangkan Hypnosis SHOT (Spiritual HypnOtivation Therapy) yang diantaranya program untuk rehabilitasi kecaduan asap rokok dan narkoba melalui hypnotherapi. Sebagian besar pasien yang melakukan pengobatan alternatif ini telah membuahkan hasil yang cukup signifikan” kata Gumilar.
Gumilar merasa sangat prihatin sekali melihat jumlah perkembangan pecandu merokok dan pecandu narkoba semakin meningkat di kalangan anak remaja. Hal ini disebabkan peredaran rokok dan narkoba sangat mudah di dapatkan dari peredaran gelap pasar narkoba. Bahkan di Indonesia sudah bergeser dari negara konsumen menjadi negara produsen narkoba.
                                                                              Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus)

Dalam kesempatan yang sama Ohan Hidayat, Anggota DPRD Kab. Ciamis menyatakan memerangi pengedar narkoba cukup sulit, hal ini diperlukan kerjasama yang baik semua komponen masyarakat untuk memperkecil ruang gerak peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing.
Di tengah acara peserta seminar diberikan kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi teknik hypnotherapi untuk pecandu rokok, disampaikan oleh Rohdian Al-Ahad, CH., CHt. (Hypnosis SHOT Indonesia) dan Abu Bakar bin Ahmad Mansor, CH.,CHt. (Presiden Hypnosis SHOT-Indonesia Chapter Malaysia).
OHAN HIDAYAT (Anggota DPRD Kab. Ciamis)


Sebelum acara seminar di mulai terlebih dahulu dilaksanakan pengajian manakiban sekaligus pembukaan Pesantren Kilat untuk Remaja yang  diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Mesjid. Di penghujung acara diakhiri dengan acara tanya jawab dengan peserta yang hadir. (gmlr).***



ROHDIAN AL-AHAD, CH.,CHt 
(Melakukan Hypnotherapi untuk Remaja Pecandu Rokok)

Rabu, 27 Julai 2011

TAHUN 2011: “In House Training Hypnosis SHOT-Indonesia di SMP 1 Padaherang-Ciamis”

SMP N 1 Padaherang-Ciamis:

Hypnosis-SHOT Indonesia: “The Art of Hypnoteaching”

(Ciamis, 23/07/2011). Berangkat dari sebuah want and need, serta beberapa permasalahan yang dirasakan Kepala Sekolah dan Guru SMP 1 Padaherang, mereka menganggap perlu melakukan upaya penyegaran kembali semangat kerja salah satunya melalui penyelenggaraan Hipnosis SHOT-Indonesia Training: “The Art of Hypnoteaching”.
Menurut  Drs. Dodi, S.,M.Pd. (Kepala SMP 1 Padaherang) bahwa paradigma pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan kecerdasan selayaknya mengacu pada perkembangan otak manusia seutuhnya. Realitas pembelajaran dewasa ini sebagian besar menunjukkan bahwa KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lebih banyak mengacu pada target pencapaian kurikulum dibandingkan dengan menciptakan siswa yang cerdas secara utuh. Akibatnya, peserta didik dijejali dengan berbagai macam informasi tanpa diberi kesempatan untuk melakukan telaahan & perenungan secara kritis, sehingga tidak mampu memberikan respons yg positif. Mereka dianggap seperti kertas kosong yg siap menerima coretan informasi & ilmu pengetahuan.
“Yang tahu di dalam kelas hanyalah guru dan peserta didik tidak jauh berbeda dengan black box pesawat terbang, yang hanya diketahui beberapa orang.” Kata Kang Ido Hw  panggilan akrabnya yang sekarang sedang melanjutkan kuliah program Doktor di UNPAD Bandung.
Kang Ido Hw menyatakan bahwa kegiatan yang  terjadi di dalam  ruang belajar masih bersifat tradisional yakni menempatkan guru pada posisi sentral (teacher centered) & peserta didik sebagai objek pembelajaran dengan  aktivitas utamanya : menerima & menghafal materi pelajaran, mengerjakan tugas dengan penuh keterpaksaan, menerima hukuman atas kesalahan yg diperbuat, jarang sekali mendapat penghargaan & pujian atas jerih-payahnya.

Kang Ido Hw memiliki prinsip berpikir dan bertindak paradigma terbalik, selalu ingin tampil beda “unik” dan “nyentrik” tapi bermutu. Hal ini mengakibatkan dalam mengelola SMP 1 Padaherang ingin selalu tampil beda dan bermutu.  “Saya ingin mencoba sesuatu yang lain untuk mengupayakan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di SMP 1 Padaherang menggali ilmu hypnosis dalam proses pembelajaran di sekolah khususnya The Art of  Hypnoteaching” Kata Kang Ido Hw sambil tersenyum menyiratkan penuh harap.

Dalam acara In House Training (IHT) Hypnosis SHOT-Indonesia Training yang di selenggarakan Sabtu, (23/07/2011) di SMP Padaherang menampilkan pembicara utama Dr.  Gumilar, S,Pd.,MM (The Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia), dibantu beberapa orang trainer diantaranya Yudi Setiana, S.Pd.I.,M.Pd.I.CH.,CHt.,  Lala Manggala, S.Pd.I, MY, dan Rohdian El-Ahad, CH.,CHT.

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Hypnoteaching adalah penyatuan dua kata Hypnosis yang berarti mensugesti  dan Teaching yang berarti mengajar. Sehingga dapat diartikan  pembelajaran terpadu yang melibatkan   pikiran sadar  dan  pikiran bawah sadar mensugesti siswa agar menjadi cerdas & mengoptimalkan semua potensi anak .


“Hipnosis dalam pembelajaran diaplikasikan untuk menembus critical area (CA). Mengajar mata pelajaran tertentu berarti memberikan informasi ke pikiran sadar & bawah sadar seseorang untuk memahami sebuah nilai dan pemahaman baru. Hal tersebut akan menambah pemahaman yg telah ada/mengganti pemahaman yang belum sempurna.  Informasi yang masuk melalui pancaindra tidak langsung diserap oleh pikiran bawah sadar seseorang, tetapi dianalisis dahulu oleh critical area/wilayah kritis yang merupakan penampungan sementara sebelum informasi benar-benar terkirim ke pikiran bawah sadar seseorang, kata Gumilar yang lulusan Doktor UPI Bandung.

Gumilar menyatakan bahwa Critical Area (CA) adalah salah satunya berfungsi untuk penampungan data sementara, di tempat inilah data akan diproses berdasarkan analisa, logika, pertimbangan etika dan lain-lain. Keaktifan CA berbeda-beda untuk setiap  situasi dan  kondisi, tergantung dari fokus, minat, dan emosi. CA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai filter informasi untuk menyeleksi hal-hal yang membahayakan dan bertentangan dgn diri kita. CA sering dibutuhkan sebagai pelindung/benteng, misalnya untuk mengantisipasi seseorang terhadap penipuan dan semacamnya. Namun terkadang CA juga menyeleksi hal yang tidak diinginkan oleh diri seseorang. Hal itu termasuk memberikan anggapan bahwa Matematika itu susah, Bahasa  Inggris itu membosankan, saya benci matematika, dsb.

Rahasia Menembus Critical Area (CA) dalam Proses Pembelajaran
“Teknik terbaik dan  tercepat menembus Critical Area adalah menggunakan Hipnosis. Teknik hipnosis merupakan teknik komunikasi persuasif dan menekankan pada pemilihan pola bahasa.” Kata Gumilar yang sekarang mulai dikenal sebagai penemu metode/teknik SHOT (Spiritual Hipnotivation Therapy).

Relaksasi
Menurut Gumilar bahwa Setiap proses pembelajaran sebaiknya dimulai dengan kesan pertama yang menyenangkan. Suasana yang relaks, menyenangkan, dan menyegarkan membuat Critical Area juga beristirahat. Dengan  demikian informasi bisa masuk dengan mudah ke pikiran bawah sadar seseorang. CA akan mulai tidak  aktif jika suasana menjadi nyaman yaitu ketika para siswa senang, rileks, bahagia/mengalami emosi positif lainnya. Untuk menuju ke kondisi rileks siswa, berikut beberapa hal yang  perlu diperhatikan: (1) Suasana Kelas, (2) Penampilan Guru/Pengajar, (3) Kalimat Pembuka.

“Untuk menciptakan relaksasi diantaranya bisa menggunakan kalimat pembuka yang  bisa menenangkan siswa, bukan  memberikan ketegangan kepada siswa. Masuklah dengan antusias yaitu : ucapkan salam, tatap wajah-wajah mereka, senyum & besarkan bola mata.” Kata Gumilar sambil tertawa khasnya, dikenal seorang doktor yang low profile.


Aktifkan Pikiran Bawah Sadar
Dalam kesempatan yang sama Lala Manggala, S.Pd.I.,MY., (Trainer Hypnosis SHOT-Indonesia) menyatakan: “Mengaktifkan pikiran bawah sadar diantaranya dengan teknik menyamakan Gerakan. Contoh: Angkatlah tangan kanan kita lalu bertanya, “siapa yang tadi sudah  makan pagi?”; Anak-2 coba semua lihat ke depan & tersenyum; Siapa yg sayang sama ayah & ibu?; Menyamakan Ucapan: Ayo kita sama-2  bernyanyi “balonku” Ayo kita sama-2  mengucapkan “Ah, Hei, Yes.” Dengan cara-cara sederhana kita akan membuat nyaman peserta didik.”


Pikiran Fokus
“Pikiran fokus bukan sekedar memperhatikan dan  mendengarkan apa yang sedang dipelajari, tetapi juga  diperlukan strategi jitu untuk memindahkan gelombang pikiran siswa dari level pikiran beta ke alpha.  Seorang guru sangat berperan dalam membuat siswa agar memasuki gelombang pikiran alpha. Mendapatkan Perhatian Siswa diantaranya (1) Membangun Tema yang Menarik, (2)  Menampilkan Struktur Pembelajaran & Peraturan, (3) Membangun Hubungan (Building Rapport). Contoh mendapatkan perhatian siswa Yelling. Yelling/berteriak digunakan untuk mengembalikan konsentrasi/fokus: Guru siswa Hai,  Helo, Anak-anak Hebat,  Students, Yes, Kelas, Wow, kata Lala Manggala yang sekarang sedang menggeluti keahlian therapy melalui Yoga.

Lala Manggala menegaskan bahwa persepsi awal dari segala kesuksesan dan rahasia kekuatan adalah dari pernyataan positif. Persepsi terbentuk dari pengalaman Empiris, pengalaman Induktif, dan self talk.

Menurut Kang Ido Hw dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pemberian label negatif kepada  siswa yang  tanpa disadari oleh seorang guru berdampak pada penurunan kualitas dan daya juang siswa. Contoh: kamu bodoh, kamu malas, kamu nakal.

“Pemberian label negative secara tidak langsung dilakukan tanpa sengaja oleh seorang guru pada saat ia menceritakan pengalaman negatifnya tentang siswa kepada rekan seprofesinya.” Ujar Kang Ido Hw.

Mental Blok Penghambat Potensi Diri
Dalam kesempatan yang sama menurut Rohdian El-Ahad, CH.,CHt., (Trainer Hypnosis SHOT-Indonesia) menyatakan bahwa: “Setiap orang akan mengalami mental blok sehingga berdampak pada penghambat potensi diri. Mental blok merupakan kondisi jiwa yang  meyakini sebuah konsep mental salah, lemah, & kalah, Contoh: keyakinan akan dirinya sebagai orang yang lemah, malas, bodoh, miskin, serba kekurangan, merasa tdk mampu, dll.”


“Guru sangat berperan dalam membentuk mental blok, cara menghilangkan mental blok menghilangkan dengan luapan emosi:  gunakan bahasa afirmasi (kata-kata positif);  Menghilangkan mental blok dengan hypnosis diantaranya membuat pernyataan positif dalam proses pembelajaran. Seorang guru selayaknya memiliki kebiasaan dalam berkata positif.  Setiap kata-kata yang  sekiranya negatif sebaiknya dibuang jauh-jauh  dari pikiran. Serap kata-kata indah dan  berlatihlah mengucapkannya.” Kata Rohdian yang kesehariannya menggeluti bidang hypnotherapy.

Mengenali Modalitas & Gaya Belajar Siswa
Menurut Gumilar menjelaskan bahwa Modalitas adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Setiap orang minimal  memiliki 3 modalitas  dalam  proses pembelajarannya: (1) Modalitas Visual; (2) Modalitas Audio; dan Modalitas Kinestetik.  Latihan Visualisasi untuk  mengetahui modalitas Anda diantaranya Imajinasikan diri Anda sedang  berada di sebuah pemandangan  alam yang sangat indah (Pegunungan/Lautan).  “Jika dalam imajinasi terbayang bahwa anda lebih suka memperhatikan suasana alam & pemandangan tersebut  seperti warna hijau yg menyejukkan, indahnya , suasana di sekitar area pemandangan tersebut – modalitas dominan anda adalah modalitas visual,” kata Gumilar memberikan salah satu contohnya.

“Latihan visualisasi untuk mengetahui modalitas Anda diantaranya jika dalam imajinasi terbayang bahwa Anda lebih  suka mendengarkan bagaimana deru ombak lautan, suara burung berkicau modalitas dominan Anda adalah modalitas audio. Jika dalam  imajinasi terbayang bahwa Anda lebih suka menikmati sejuknya/hangatnya suasana di pemandangan  yang Anda imajinasikan modalitas dominan anda adalah modalitas kinestetik, menurut Gumilar sambil menatap tajam.

Di depan peserta Hypnosis SHOT-Indonesia Training Yudi Setiana, S.Pd.I,M.Pd.I.,CH.,CHt. (Direktur LKP Nurul Firdaus) menjelaskan bahwa Hypnosis SHOT-Indonesia training adalah pelatihan tentang Spiritual HipnOtivation Therapy (SHOT) yaitu suatu metode/teknik therapy melalui hypnosis yang berbasis spiritual (tasawuf) Islami untuk  meningkatkan motivasi dan energi positif manusia. Metode/Teknik SHOT (Spiritual HipnOtivation Therapy) digagas oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM. 

Hypnosis SHOT-Indonesia
Konsep SHOT (Spiritual HypnOtivation Therapy) berbeda dengan banyak konsep-konsep training yang telah ada dan berkembang saat ini. Penggabungan empat dimensi yang dianggap sulit dan tidak mungkin telah terbukti. Temuan konsep dengan menggunakan sebuah perubahan pola pikir melalui Hipnosis dan Motivasi dan pola sikap yang dihasilkan dari perjalanan spiritual melalui konsep Islam, di gabungkan maka muncullah sebuah perubahan pola pikir (mindset) dan pola sikap yang seimbang,”  kata Yudi yang sekarang menjabat Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nurul Firdaus. Yudi melakukan akan berkeliling Indonesia bahkan sudah dibuka Pejabat Cawangan di Malaysia untuk mensosialisasikan Hypnosis SHOT-Indonesia Training.


Yudi menjelaskan bahwa Hypnosis SHOT-Indonesia Training ini bertujuan memberikan kompetensi pengembangan diri dan kepribadian, mengoptimalkan segala kemampuan yang ada pada diri kita sehingga bisa maksimal dan melakukan aktivitas tanpa ada keraguan dengan inovasi yang tinggi.

Menurut Ahmad Maliki, S.Sos.,M.Hum., salah seorang peserta Hypnosis SHOT-Indonesia yang mengikuti acara sampai tuntas mengaku bahwa: “Saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan hypnosis, baru pelatihan kali inilah yang memberikan sensasi luar biasa. Saya sepakat bahwa hypnosis yang berbasis spiritual individu terasa lebih bermakna dibanding hypnosis lainnya. Saya berharap temuan metode/teknik  SHOT ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Bahkan saya secara pribadi menginginkan menjadi trainer Hypnosis SHOT-Indonesia.


“Saya berharap ada pelatihan lanjutan di SMP 1 Padaherang ini, agar lebih meluas dan mendalam tentang hypnosis” kata Ahmad Maliki Penuh Harap.

Acara diakhiri dengan surrender, dan penanaman sugesti berupa do’a sesuai agama dan keyakinan masing-masing untuk perubahan yang mendalam. Isak tangis haru para peserta pelatihan mewarnai ditutupnya acara ini.***

Terapi Hipnotis Tawarkan Alternatif Pengobatan

LONDON - Terapi hipnotis lebih diminati para pasien ketimbang harus dibius menggunakan suntikan sebelum menjalankan oprasi bedah.

Ketika menjalankan operasi pada leher, Marquis Marianne yang juga berprofesi sebagai dokter bedah saat operasi berlangsung, selalu membayangkan kalau dirinya sedang berada di pantai. Saat dia mendengar suara para dokter yang mengoperasinya, ia membayangkan kalau dirinya sedang di pantai dan jari-jari kakinya sedang menginjak pasir yang basah.

Hal tersebut karena Marianne telah dihipnotis terlebih dahulu sebelum operasi pengangkatan tiroid dilakukan. Dia termasuk salah satu pasien yang ‘menambah’ jumlah pasien bedah di rumah sakit Belgia, Cliniques Universitaires St. Luc di Brussels. Rumah sakit ini memilih hipnotis dan anestesis lokal untuk menghindari efek sakit dari anestesi umum.

Pasien-pasien ini juga dibius terlebih dahulu tetapi dengan keadaan sadar, sedangkan waktu pemulihan mereka ternyata lebih cepat dan kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit menjadi berkurang. Metode ini juga layak untuk beberapa jenis operasi.

Selama operasi, Marianna membayangkan jika dirinya berada di sebuah lapangan dekat pantai. Dokter spesialis anestesi yang melakukan bedah akan membisikan sesuatu ke telinganya, 10 menit sebelum operasi dilakukan. Dia ingat apa yang diakatakan dokter, namun dokter tersebut mengatakan seolah-olah mereka berada di tempat yang jauh.

Sejak para dokter mulai menawarkan terapi hipnotis di rumah sakit tersebut pada tahun 2003, ratusan pasien telah memilih untuk menggunakan terapi hipnotis sebelum mereka dioperasi.

Ini bukan hal yang baru di dunia medis. Pasalnya rumah sakit lain di Belgia, telah menggunakan cara ini kepada lebih dari 8.000 operasi sejak tahun 1992.

“Hampir semua operasi biasanya dilakukan dengan bius lokal. Namun, setelah menggunakan hipnotis kebutuhan akan obat bius menjadi berkurang,” ungkap para dokter, seperti dikutip Straits Times, Rabu (27/7/2011).

Pasien menyatakan bahwa hipnotis dapat menghilangkan rasa bosan yang biasa mereka rasakan, yaitu sakitnya disuntik bius dan ini juga dapat menghemat biaya rumah sakit. Dengan hipnotis pasien akan lebih cepat pulih dan ini jelas menghemat biaya rumah sakit mereka.

Nampaknya terapi ini mungkin memerlukan dokter yang akan menghabiskan banyak waktu dengan pasien sebelum operasi dimulai untuk melakukan hipnotis terlebih dahulu. Para doketer juga membutuhkan pemantauan ekstra hati-hati selama operasi berlangsung. (Fiddy Anggriawan – Okezone/tyo)***