July 27th, 2011
admin Hypnosis-SHOT Indonesia: “The Art of Hypnoteaching”
(Ciamis, 23/07/2011). Berangkat dari sebuah want and need, serta beberapa permasalahan yang dirasakan Kepala Sekolah dan Guru SMP 1 Padaherang, mereka menganggap perlu melakukan upaya penyegaran kembali semangat kerja salah satunya melalui penyelenggaraan Hipnosis SHOT-Indonesia Training: “The Art of Hypnoteaching”.Menurut Drs. Dodi, S.,M.Pd. (Kepala SMP 1 Padaherang) bahwa paradigma pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan kecerdasan selayaknya mengacu pada perkembangan otak manusia seutuhnya. Realitas pembelajaran dewasa ini sebagian besar menunjukkan bahwa KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lebih banyak mengacu pada target pencapaian kurikulum dibandingkan dengan menciptakan siswa yang cerdas secara utuh. Akibatnya, peserta didik dijejali dengan berbagai macam informasi tanpa diberi kesempatan untuk melakukan telaahan & perenungan secara kritis, sehingga tidak mampu memberikan respons yg positif. Mereka dianggap seperti kertas kosong yg siap menerima coretan informasi & ilmu pengetahuan.
“Yang tahu di dalam kelas hanyalah guru dan peserta didik tidak jauh berbeda dengan black box pesawat terbang, yang hanya diketahui beberapa orang.” Kata Kang Ido Hw panggilan akrabnya yang sekarang sedang melanjutkan kuliah program Doktor di UNPAD Bandung.
Kang Ido Hw menyatakan bahwa kegiatan yang terjadi di dalam ruang belajar masih bersifat tradisional yakni menempatkan guru pada posisi sentral (teacher centered) & peserta didik sebagai objek pembelajaran dengan aktivitas utamanya : menerima & menghafal materi pelajaran, mengerjakan tugas dengan penuh keterpaksaan, menerima hukuman atas kesalahan yg diperbuat, jarang sekali mendapat penghargaan & pujian atas jerih-payahnya.
Kang Ido Hw memiliki prinsip berpikir dan bertindak paradigma terbalik, selalu ingin tampil beda “unik” dan “nyentrik” tapi bermutu. Hal ini mengakibatkan dalam mengelola SMP 1 Padaherang ingin selalu tampil beda dan bermutu. “Saya ingin mencoba sesuatu yang lain untuk mengupayakan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di SMP 1 Padaherang menggali ilmu hypnosis dalam proses pembelajaran di sekolah khususnya The Art of Hypnoteaching” Kata Kang Ido Hw sambil tersenyum menyiratkan penuh harap.
Dalam acara In House Training (IHT) Hypnosis SHOT-Indonesia Training yang di selenggarakan Sabtu, (23/07/2011) di SMP Padaherang menampilkan pembicara utama Dr. Gumilar, S,Pd.,MM (The Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia), dibantu beberapa orang trainer diantaranya Yudi Setiana, S.Pd.I.,M.Pd.I.CH.,CHt., Lala Manggala, S.Pd.I, MY, dan Rohdian El-Ahad, CH.,CHT.
“Hipnosis dalam pembelajaran diaplikasikan untuk menembus critical area (CA). Mengajar mata pelajaran tertentu berarti memberikan informasi ke pikiran sadar & bawah sadar seseorang untuk memahami sebuah nilai dan pemahaman baru. Hal tersebut akan menambah pemahaman yg telah ada/mengganti pemahaman yang belum sempurna. Informasi yang masuk melalui pancaindra tidak langsung diserap oleh pikiran bawah sadar seseorang, tetapi dianalisis dahulu oleh critical area/wilayah kritis yang merupakan penampungan sementara sebelum informasi benar-benar terkirim ke pikiran bawah sadar seseorang, kata Gumilar yang lulusan Doktor UPI Bandung.
Gumilar menyatakan bahwa Critical Area (CA) adalah salah satunya berfungsi untuk penampungan data sementara, di tempat inilah data akan diproses berdasarkan analisa, logika, pertimbangan etika dan lain-lain. Keaktifan CA berbeda-beda untuk setiap situasi dan kondisi, tergantung dari fokus, minat, dan emosi. CA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai filter informasi untuk menyeleksi hal-hal yang membahayakan dan bertentangan dgn diri kita. CA sering dibutuhkan sebagai pelindung/benteng, misalnya untuk mengantisipasi seseorang terhadap penipuan dan semacamnya. Namun terkadang CA juga menyeleksi hal yang tidak diinginkan oleh diri seseorang. Hal itu termasuk memberikan anggapan bahwa Matematika itu susah, Bahasa Inggris itu membosankan, saya benci matematika, dsb.
“Teknik terbaik dan tercepat menembus Critical Area adalah menggunakan Hipnosis. Teknik hipnosis merupakan teknik komunikasi persuasif dan menekankan pada pemilihan pola bahasa.” Kata Gumilar yang sekarang mulai dikenal sebagai penemu metode/teknik SHOT (Spiritual Hipnotivation Therapy).
Menurut Gumilar bahwa Setiap proses pembelajaran sebaiknya dimulai dengan kesan pertama yang menyenangkan. Suasana yang relaks, menyenangkan, dan menyegarkan membuat Critical Area juga beristirahat. Dengan demikian informasi bisa masuk dengan mudah ke pikiran bawah sadar seseorang. CA akan mulai tidak aktif jika suasana menjadi nyaman yaitu ketika para siswa senang, rileks, bahagia/mengalami emosi positif lainnya. Untuk menuju ke kondisi rileks siswa, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: (1) Suasana Kelas, (2) Penampilan Guru/Pengajar, (3) Kalimat Pembuka.
“Untuk menciptakan relaksasi diantaranya bisa menggunakan kalimat pembuka yang bisa menenangkan siswa, bukan memberikan ketegangan kepada siswa. Masuklah dengan antusias yaitu : ucapkan salam, tatap wajah-wajah mereka, senyum & besarkan bola mata.” Kata Gumilar sambil tertawa khasnya, dikenal seorang doktor yang low profile.
Aktifkan Pikiran Bawah Sadar
Dalam kesempatan yang sama Lala Manggala, S.Pd.I.,MY., (Trainer Hypnosis SHOT-Indonesia) menyatakan: “Mengaktifkan pikiran bawah sadar diantaranya dengan teknik menyamakan Gerakan. Contoh: Angkatlah tangan kanan kita lalu bertanya, “siapa yang tadi sudah makan pagi?”; Anak-2 coba semua lihat ke depan & tersenyum; Siapa yg sayang sama ayah & ibu?; Menyamakan Ucapan: Ayo kita sama-2 bernyanyi “balonku” Ayo kita sama-2 mengucapkan “Ah, Hei, Yes.” Dengan cara-cara sederhana kita akan membuat nyaman peserta didik.”
Pikiran Fokus
“Pikiran fokus bukan sekedar memperhatikan dan mendengarkan apa yang sedang dipelajari, tetapi juga diperlukan strategi jitu untuk memindahkan gelombang pikiran siswa dari level pikiran beta ke alpha. Seorang guru sangat berperan dalam membuat siswa agar memasuki gelombang pikiran alpha. Mendapatkan Perhatian Siswa diantaranya (1) Membangun Tema yang Menarik, (2) Menampilkan Struktur Pembelajaran & Peraturan, (3) Membangun Hubungan (Building Rapport). Contoh mendapatkan perhatian siswa Yelling. Yelling/berteriak digunakan untuk mengembalikan konsentrasi/fokus: Guru siswa Hai, Helo, Anak-anak Hebat, Students, Yes, Kelas, Wow, kata Lala Manggala yang sekarang sedang menggeluti keahlian therapy melalui Yoga.
Lala Manggala menegaskan bahwa persepsi awal dari segala kesuksesan dan rahasia kekuatan adalah dari pernyataan positif. Persepsi terbentuk dari pengalaman Empiris, pengalaman Induktif, dan self talk.
Menurut Kang Ido Hw dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pemberian label negatif kepada siswa yang tanpa disadari oleh seorang guru berdampak pada penurunan kualitas dan daya juang siswa. Contoh: kamu bodoh, kamu malas, kamu nakal.
“Pemberian label negative secara tidak langsung dilakukan tanpa sengaja oleh seorang guru pada saat ia menceritakan pengalaman negatifnya tentang siswa kepada rekan seprofesinya.” Ujar Kang Ido Hw.
Dalam kesempatan yang sama menurut Rohdian El-Ahad, CH.,CHt., (Trainer Hypnosis SHOT-Indonesia) menyatakan bahwa: “Setiap orang akan mengalami mental blok sehingga berdampak pada penghambat potensi diri. Mental blok merupakan kondisi jiwa yang meyakini sebuah konsep mental salah, lemah, & kalah, Contoh: keyakinan akan dirinya sebagai orang yang lemah, malas, bodoh, miskin, serba kekurangan, merasa tdk mampu, dll.”
“Guru sangat berperan dalam membentuk mental blok, cara menghilangkan mental blok menghilangkan dengan luapan emosi: gunakan bahasa afirmasi (kata-kata positif); Menghilangkan mental blok dengan hypnosis diantaranya membuat pernyataan positif dalam proses pembelajaran. Seorang guru selayaknya memiliki kebiasaan dalam berkata positif. Setiap kata-kata yang sekiranya negatif sebaiknya dibuang jauh-jauh dari pikiran. Serap kata-kata indah dan berlatihlah mengucapkannya.” Kata Rohdian yang kesehariannya menggeluti bidang hypnotherapy.
Menurut Gumilar menjelaskan bahwa Modalitas adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Setiap orang minimal memiliki 3 modalitas dalam proses pembelajarannya: (1) Modalitas Visual; (2) Modalitas Audio; dan Modalitas Kinestetik. Latihan Visualisasi untuk mengetahui modalitas Anda diantaranya Imajinasikan diri Anda sedang berada di sebuah pemandangan alam yang sangat indah (Pegunungan/Lautan). “Jika dalam imajinasi terbayang bahwa anda lebih suka memperhatikan suasana alam & pemandangan tersebut seperti warna hijau yg menyejukkan, indahnya , suasana di sekitar area pemandangan tersebut – modalitas dominan anda adalah modalitas visual,” kata Gumilar memberikan salah satu contohnya.
“Latihan visualisasi untuk mengetahui modalitas Anda diantaranya jika dalam imajinasi terbayang bahwa Anda lebih suka mendengarkan bagaimana deru ombak lautan, suara burung berkicau modalitas dominan Anda adalah modalitas audio. Jika dalam imajinasi terbayang bahwa Anda lebih suka menikmati sejuknya/hangatnya suasana di pemandangan yang Anda imajinasikan modalitas dominan anda adalah modalitas kinestetik, menurut Gumilar sambil menatap tajam.
Di depan peserta Hypnosis SHOT-Indonesia Training Yudi Setiana, S.Pd.I,M.Pd.I.,CH.,CHt. (Direktur LKP Nurul Firdaus) menjelaskan bahwa Hypnosis SHOT-Indonesia training adalah pelatihan tentang Spiritual HipnOtivation Therapy (SHOT) yaitu suatu metode/teknik therapy melalui hypnosis yang berbasis spiritual (tasawuf) Islami untuk meningkatkan motivasi dan energi positif manusia. Metode/Teknik SHOT (Spiritual HipnOtivation Therapy) digagas oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.
Hypnosis SHOT-Indonesia
Konsep SHOT (Spiritual HypnOtivation Therapy) berbeda dengan banyak konsep-konsep training yang telah ada dan berkembang saat ini. Penggabungan empat dimensi yang dianggap sulit dan tidak mungkin telah terbukti. Temuan konsep dengan menggunakan sebuah perubahan pola pikir melalui Hipnosis dan Motivasi dan pola sikap yang dihasilkan dari perjalanan spiritual melalui konsep Islam, di gabungkan maka muncullah sebuah perubahan pola pikir (mindset) dan pola sikap yang seimbang,” kata Yudi yang sekarang menjabat Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nurul Firdaus. Yudi melakukan akan berkeliling Indonesia bahkan sudah dibuka Pejabat Cawangan di Malaysia untuk mensosialisasikan Hypnosis SHOT-Indonesia Training.Yudi menjelaskan bahwa Hypnosis SHOT-Indonesia Training ini bertujuan memberikan kompetensi pengembangan diri dan kepribadian, mengoptimalkan segala kemampuan yang ada pada diri kita sehingga bisa maksimal dan melakukan aktivitas tanpa ada keraguan dengan inovasi yang tinggi.
“Saya berharap ada pelatihan lanjutan di SMP 1 Padaherang ini, agar lebih meluas dan mendalam tentang hypnosis” kata Ahmad Maliki Penuh Harap.
Acara diakhiri dengan surrender, dan penanaman sugesti berupa do’a sesuai agama dan keyakinan masing-masing untuk perubahan yang mendalam. Isak tangis haru para peserta pelatihan mewarnai ditutupnya acara ini.***







