. “OPTIMALISASI & STIMULASI OTAK MANUSIA” ~ HYPNOSIS SHOT-INDONESIA Chapter MALAYSIA

HYPNOSIS SHOT-INDONESIA

Ribuan Orang Telah Merasakan Manfaat dari Spiritual HypnOtivation Therapy (SHOT)-Indonesia. Metode Ini Terus Dikembangkan oleh Dr. Gumilar, S.Pd.,MM dan Para Pakar Dalam Rangka Mengoptimalisasikan Potensi Diri, Guna Berpartisifasi Aktif terhadap Pembangunan Masa Depan Generasi Bangsa Menuju Generasi yang Cerdas Dalam Berkarya Taqwa Dalam Beribadah. Saat ini Dapat Dinikmati di Negara Malaysia: "Hypnosis SHOT-Indonesia Chapter Malaysia. Telp/Hp. +6281323230058

Khamis, 4 Ogos 2011

“OPTIMALISASI & STIMULASI OTAK MANUSIA”

By Hypnosis SHOT Indonesia:

“OPTIMALISASI & STIMULASI OTAK MANUSIA”

By:

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM


undefined OPTIMALISASI & STIMULASI OTAK
  1. Proses Merangsang Keluarnya Gelombang Otak Yang Kita Inginkan.
  2. Memperbanyak Interkoneksi Inter Neuron Di Otak.
Dengan Menggunakan Audio Visual Volume 85-100 Db, Frek 0,5-8 Hz (Alfa, Theta dan Delta) sehingga bisa meresonansi dan menstimulasi Gelombang Otak.
………………………………………………………………………………………………………….
METODE RESONANSI GELOMBANG OTAK
Frequency Following Response (FFR) adalah respon dari otak yang mengikuti sinyal2 baik suara (audio) yang melalui telinga, maupun gambar (visual) melalui mata (terbuka/tertutup), dari luar tubuh, (BrainWave entrainment) berupa getaran atau gelombang yang mencapai target frekwensi/ gelombang yang diinginkan (mis : meditasi, penyembuhan, tidur nyenyak, belajar cepat dan seterusnya atau alpha, theta dst).
Bandingkan dengan resonansi garpu tala (resonansi terjadi pada benda2 bergetar sedangkan FFR terjadi pada pusat syaraf/otak).
Resonansi pada otak dan pusat syaraf manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat getaran/gelombang otak yang mampu mengikuti (beresonansi) dari getaran suara (audio) melalui telinga dan gambar (visual) melalui mata, melalui alat peraba/perasa (tangan, tubuh, di belakang telinga), maka dapat diatur untuk mencapai target2 aktifitas mental yang dikehendaki (meningkatkan IQ, belajar cepat, meditasi, aktifitas2 supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autism, susah tidur dan seterusnya).

METODE STIMULASI GELOMBANG OTAK
Stimulasi gelombang otak adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika. Getaran suara tertentu yang didengarkan telinga bisa menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekwensinya sama dengan frekwensi suara yang kita dengar. Setiap tingkat gelombang otak manusia mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak agar menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi, aktifitas2 supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autism, susah tidur dan seterusnya.

UNTUK AKTIVASI DAN STIMULASI DI BAGI MENJADI 3 KELOMPOK :
  1. Aktivasi dan stimulasi pola gelombang Alfa dan theta pada manusia normal dan berusia muda (Anak dan Dewasa Muda) dapat meningkatkan kecerdasan (IQ) dan kreativitas, motivasi dan percaya diri, prestasi kerja dan belajar. memperbaiki fungsi tidur, mencegah insomnia dan masih banyak lagi, sedangkan untuk yang tua (usia lebih 60 th) akan mencegah Alzhaimer, Pikun dan Dimensia (pelupa).
  2. Aktivasi dan stimulasi pola gelombang beta terutama high beta pada anak autis, ADD dan ADHD serta penyakit mental lainnya untuk memperbaiki pola gelombang otaknya dengan metode umpan balik kondisi syaraf (Neurofeedback). Biofeedback ini biasanya dilakukan untuk latihan pada penderita pasca perdarahan otak atau struk.
  3. Aktivasi dan stimulasi pola gelombang gamma, hipergamma, lamda dan epsilon pada manusia yang ingin belajar supranatural, spiritual, atau ingin memiliki kemampuan bidang-bidang metafisika.
Dalam hal ini semua gelombang otak manusia tetap ada secara lengkap dalam waktu yang bersamaan, namun hanya satu saja gelombang otak yang dominan.

PENJELASAN MENGENAI TEKNOLOGI GELOMBANG OTAK DAN MENGAPA TEKNOLOGI INI BEGITU BERHASIL
  1. Teknologi gelombang otak pertama kali ditemukan pada tahun 1839 oleh H.W Doove seorang ilmuwan Jerman dengan berbasis kepada pengetrapan entrainment theory, yaitu teori ilmu fisika dimana dua putaran/siklus saling bersinkronisasi secara natural satu dengan lainnya sehingga menghasilkan kerja yang efisien. Tujuan penggunaan teknologi Entrainment adalah untuk melatih belahan otak kiri dan kanan agar dapat bekerjasama (sinkron) dengan baik. Otak dengan tingkat kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang melihat kehidupan dengan lebih obyektif, tanpa ketakutan dan kecemasan. Hasil dari penelitian oleh H.W Doove kemudian tercipta menjadi teknologi yang disebut “Brainwave Entrainment Binaural Beat” yang bahkan masih banyak digunakan hingga saat ini. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ditemukan nada dengan teknologi isochronic yang selangkah lebih maju dari pada nada binaural beat. Saat ini nada Isochronic menjadi standar teknologi nada yang paling efektif dalam dunia terapi gelombang otak yang sebelumnya dikuasai oleh teknologi binaural beats sebagai teknologi nada yang paling dikenal dalam dunia terapi gelombang otak.
  2. Pada tahun 1929, Hans Berger, seorang psikiater Jerman, menemukan Electro Encephalograph (EEG) yang bisa digunakan untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak. Sejak saat itu teknologi berbasis gelombang otak untuk meningkatkan kemampuan pikiran dan perkembangan diri manusia di seluruh dunia. Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.
  3. Penemuan baru dibidang frekwensi dan gelombang otak manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah Delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta.

GELOMBANG OTAK
  1. Gelombang Beta, mempunyai frekuensi 14-100 Hz. Frekuensi tersebut terjadi pada saat seseorang dalam kondisi terjaga dan sadar penuh. Pada fase ini seseorang lebih dominan menggunakan kerja otak kiri untuk berpikir, berkonsentrasi dan sebagainya. Akibatnya otak menghasilkan hormone Cortisol dan Norephineprine dimana hormone ini dapat menyebabkan stress, cemas, khawatir, dan mudah marah.
  2. Gelombang Alfa, mempunyai frekuensi 8-13,9 Hz. Orang yang sedang rileks, melamun, berkhayal, gelombang otaknya berada pada frekuensi ini atau pada saat mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alfa setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Pada kondisi alfa inilah merupakan jalan terbukanya pikiran bawah sadar (subsconcious mind) dimana pada kondisi ini banyak dimanfaatkan oleh praktisi hipnotis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Pada kondisi ini otak menghasilkan hormon Serotonin dan Endorphine yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman, bahagia, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil. Selain itu hormon Endorphine juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Menurut Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa ada hubungan antara gelombang alpha dan kegiatan berolah raga, yang juga di dapat pada saat seseorang sedang bermeditasi. Ada banyak manfaat olah raga bagi kesehatan mental yang ditemukan dari hasil penelitian ini salah satunya adalah dengan berolah raga yang dominan gelombang alpha, diproduksi zat biokimia alami yaitu zat Beta-Endorphin yang dapat berfungsi sbb: (a) eningkatkan daya ingat; (b) dan menambah, (c) konsentrasi dalam belajar, (d) Menambah kreatifitas, (e) Meningkatkan kemampuan belajar. Kesimpulan: pada saat seseorang yang berolah raga terjadi pemaksimalan gelombang alpha di otak, yang memberi manfaat bagi kesehatan mental.
  3. Gelombang Theta, mempunyai frekuensi 4-7,9 Hz. Pada frekuensi ini seseorang berada pada kondisi bermimpi atau mengantuk. Beberapa orang juga menghasilkan gelombang ini saat tidak sadar, terhipnotis, meditasi dalam, berdoa, atau menjalani ritual agama dengan khusyu’. Orang yang mampu mengalirkan energi chi prana, atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain. Otak akan menghasilkan hormon Melatonin, Catecholamine, dan Arginine-Vesopressine (AVP) yang bermanfaat untuk mengatasi stress, kecemasan, meningkatkan kreatifitas dan daya imajinasi, serta menimbulkan ketenangan pada seseorang. Banyak fenomena yang terjadi dengan gelombang otak theta ini. Beberapa anak balita bisa selamat dengan peristiwa tragis yang menewaskan banyak orang seperti kecelakaan, kebakaran, bencana alam. Para ahli berpendapat kemungkinan ini dikarenakan anak-anak balita hampir setiap saat berada dalam kondisi gelombang theta. Seseorang yang ahli ibadah dan mempunyai perasaan dekat dengan Tuhan juga memasuki dan mengalami fase gelombang theta. Seseorang yang mampu menghasilkan frekuensi ini memiliki kemampuan supranatural seperti ESP, telepati, indra keenam, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga dapat memasuki gelombang ini dengan mudah konstan.
  4. Gelombang Delta, mempunyai frekuensi 0,5-3,9 Hz. Ini adalah frekuensi paling rendah dimana pada kondisi frekuensi ini seseorang tertidur pulas tanpa bermimpi, tidak sadar, tidak berpikir, dan tidak merasakan apa-apa. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Pada fase ini pula otak memproduksi Human Growth Hormone (HGH) yang berguna untuk proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan sel dan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap. Selain itu hormon tersebut sangat berguna untuk proses pertumbuhan.
Berdasarkan fakta diatas, para ilmuwan telah menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan potensi otak manusia dengan cara meresonansi dan menstimulasi otak agar bekerja pada frekuensi tertentu sesuai dengan tujuan yang diinginkan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan daya ingat, menghilangkan stress, meditasi, aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita penyakit tertentu, mengatasi susah tidur, dan sebagainya. Sehingga mampu mengubah kondisi mental dan fisik seseorang.****